Skip to content

West Sumatra - Interaktif Journey to Paradise

Home
WestSumatra.com
Welcome, Guest
Please Login or Register.
Lost Password?
Re:Pameran Foto PACU JAWI 2012 di Bentara Budaya KOMPAS ( viewing)
_GEN_GOTOBOTTOM Post Reply Favoured: 0
TOPIC: Re:Pameran Foto PACU JAWI 2012 di Bentara Budaya KOMPAS
#2297
admin (Admin)
Admin
$msg_posts User Offline Click here to see the profile of this user
Pameran Foto PACU JAWI 2012 di Bentara Budaya KOMPAS 2012/08/28 00:55  
Kabupaten Tanah Datar, Bentara Budaya KOMPAS Group dan West-Sumatra.com mengadakan pameran Foto PACU JAWI yang pertama di Bentara Budaya Jakarta pada 20-23 Sep 2012, akan dibuka oleh Wamenparekraf, DR. Sapta Nirwandar.




Pacu Jawi, Seni Budaya yang Paling Fotografis

Oleh: Arbain Rambey*, Kurator Pameran


Pameran fotografi budaya Pacu Jawi yang diadakan bulan September ini di Jakarta, sungguh seperti sebuah penegasan pada sebuah rangkaian yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pacu Jawi, yaitu budaya pacu sapi khas Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, sangat mencuat akhir-akhir ini, dan terutama dipopulerkan oleh dunia fotografi yang juga sangat marak di dunia ini.

Rasanya tidak ada kebudayaan di Indonesia lain selain Pacu Jawi yang bisa dalam waktu singkat “merajai” aneka arena fotografi. Tengoklah, hanya dalam kurun tiga tahun terakhir saja, Pacu Jawi tiba-tiba menjadi “menu wajib” seseorang yang mengaku mencintai dunia fotografi. Dulu, seorang pehobi fotografi Indonesia belum bisa dikatakan paripurna kalau belum pernah memotret Bromo, Borobudur atau Bali.

Kini, seorang fotografer Indonesia bisa dikatakan belum sarjana kalau belum bisa menghasilkan foto Pacu Jawi yang menawan.

Tak heran kalau berbagai ajang fotografi dikuasai foto-foto Pacu Jawi. Orang mungkin sammpai mengatakan bahwa dunia fotografi Indonesia sudah jenuh dengan foto Pacu Jawi yang selalu muncul sejak tahun 2009. Orang banyak yang mengatakan bahwa para juri mana pun di Indonesia sudah jenuh dengan foto Pacu Jawi. Tapi kenyataan berkata lain: Juara Pertama kategori Umum turnamen fotografi terbesar nasional Piala Presiden RI 2012, dijuarai (lagi-lagi) oleh foto Pacu Jawi, yaitu lewat karya Zulkifli dengan judul “Gigik Ikua”.

Di kancah internasional pun Pacu Jawi merajalela, bahkan di turnamen-turnamen fotografi yang hadiahnya setara puluhan juta rupiah.

Saya, sebagai kurator pameran ini pun sempat merasakan “kedahsyatan” foto Pacu Jawi. Dalam pameran foto tunggal saya di Kerajaan Kuwait tahun 2009, saat saya menawarkan foto untuk diambil sebagai hadiah untuk seorang wakil sponsor, foto yang diambil (oleh seorang gadis cantik) adalah foto Pacu Jawi!

Pameran foto Pacu Jawi ini pun sungguh memeras otak dan raga saya untuk memilih foto-foto terbaik dari foto-foto yang sangat baik yang dicalonkan. Saya yang selama sepuluh tahun terbiasa memilihkan foto untuk Harian Kompas, kali ini kewalahan karena pesona Pacu Jawi sungguh sulit untuk diingkari.

Akhirnya, saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang telah memberi kepercayaan pada saya untuk menjadi kurator pameran fotografi yang luar biasa ini. Dan, dengan bangga saya persembahkan pula pilihan foto-foto yang sampai kapan pun tetap membuat saya terkagum-kagum. Pacu Jawi adalah kebudayaan Indonesia yang paling dinamis sekaligus paling fotografis. Hidup Pacu Jawi..!


*Arbain Rambey: Senior Fotografer Harian KOMPAS dan KOMPAS TV, Kurator dan Juri Fotografi Nasional, Pengajar Fotografi di bbrp Perguruan Tinggi dan Sekolah Fotografi, Peraih berbagai penghargaan fotografi Nasional maupun Internasional, salah satu “Suhu Besar” Fotografi Indonesia yang paling aktif, dll.






Post edited by: admin, at: 2012/08/28 01:00
  The administrator has disabled public write access.
#2298
admin (Admin)
Admin
$msg_posts User Offline Click here to see the profile of this user
Re:Pameran Foto PACU JAWI 2012 di Bentara Budaya KOMPAS 2012/08/28 01:21  
Untuk menambah informasi mengenai PACU JAWI, berikut copy dari liputan yang dibuat oleh TRAVELOUNGE Magazine dari TEMPO Group pada bulan Juni 2011. Free Magazine ini diedarkan di seluruh Bandara di Indonesia. Terima kasih untuk TRAVELOUNGE Magazine untuk izin sharing dan diperbanyak untuk pembukaan pameran PACU JAWI ini nanti. Sukses selalu untuk TEMPO Group...







Closed up agar bisa dibaca tulisannya:










Closed up beritanya:





Closed upnya:





Post edited by: admin, at: 2012/08/28 22:30
  The administrator has disabled public write access.
#2299
admin (Admin)
Admin
$msg_posts User Offline Click here to see the profile of this user
Re:Pameran Foto PACU JAWI 2012 di Bentara Budaya KOMPAS 2012/08/28 01:28  
Ini link liputan berita Pacu Jawi oleh Liputan 6 SCTV ketika acara Pacu Jawi dihadiri oleh sekitar 300 orang fotografer dan termasuk dari beberapa negara asing lainnya. Silahkan klik link dibawah ini:

http://tv.liputan6.com/main/read/3/1075184/0/pacu-jawi-jadi-bidikan-fotografer-mancanegara

Post edited by: admin, at: 2012/08/28 00:28
  The administrator has disabled public write access.
#2300
admin (Admin)
Admin
$msg_posts User Offline Click here to see the profile of this user
Re:Pameran Foto PACU JAWI 2012 di Bentara Budaya KOMPAS 2012/08/28 09:49  
PACU JAWI


Pacu berarti lomba kecepatan dan Jawi maksudnya Sapi atau Lembu. Di Sumatera Barat sapi biasa disebut dengan Jawi. Kegiatan Pacu Jawi merupakan acara permainan tradisional anak nagari (desa) yang lahir dan berkembang di Kabupaten Tanah Datar Propinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini hanya ada di Kabupaten Tanah Datar dan sedikit di Kabupaten 50 Kota. Di Kabupaten Tanah Datar-pun hanya pada empat kecamatan, yaitu Kecamatan Pariangan, Kecamatan Rambatan, Kecamatan Lima Kaum dan Kecamatan Sungai Tarab.

Kegiatan pacu jawi telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan menjadi sarana hiburan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat. Pada kegiatan ini juga dipadukan dengan tradisi masyarakat berupa arak-arakan (pawai) pembawa dulang/jamba yang berisi makanan dan arak-arakan jawi-jawi terbaik yag didandani dengan asesories berupa suntiang serta pakaian. Biasanya acara tradisi ini diselenggarakan pada minggu ke-IV atau pada waktu penutupan pacu jawi dan menjadi perhelatan yang besar di daerah itu. Pada waktu itu juga diadakan prosesi adat oleh para tetua adat serta berbagai permainan seni budaya tradisional.

Di arena pacu jawi juga bertumbuhan warung nasi yang menjual kopi daun, para pedagang kaki lima serta arena permainan anak-anak sehingga lokasi itu terlihat seperti pasar. Pada waktu itulah masyarakat bergembira ria menyaksikan jawi-jawi kesayangan mereka berpacu, dan setelah itu mereka makan di warung-warung dengan makanan spesifik gulai kambing dan kopi daun.

Pelaksanaan alek pacu jawi di Kabupaten Tanah Datar dilaksanakan secara bergiliran pada empat kecamatan. Satu kali putaran lomba biasanya empat minggu, ada yang setiap hari Rabu dan ada pula pada setiap hari Sabtu. Acara dilakukan di sawah milik masyarakat setelah selesai masa panen dan tempatnya tidak tetap pada satu lokasi saja. Bila kegiatan diadakan pada satu kecamatan maka peserta dari kecamatan lain akan berdatangan. Dalam satu masa perlombaan, jumlah jawi yang berpacu mencapai 500 hingga 800 ekor.

Pacu jawi diikuti oleh jawi secara berpasangan yang dikendalikan oleh seorang anak joki yang berpegangan pada tangkai bajak. Anak joki dengan tidak memakai alas kaki ikut berlari bersama jawinya di dalam sawah yang penuh lumpur dan air. Acaranya berlansung mulai pukul sepuluh pagi hingga pukul lima sore. Pada waktu perlombaan berlansung kadangkala juga terjadi transaksi jual beli jawi oleh para pedagang dan pemilik jawi. Biasanya jawi yang telah sering memenangkan lomba akan naik harganya hingga dua kali lipat. Jawi pemenang itu akan menjadi kebanggaan bagi pemiliknya dan diincar oleh banyak orang. Itupun menjadi lambang prestise.

Banyak orang yang belum tahu bagaimana cara penilaian jawi terbaik yang menjadi pemenangnya. Teknis penilaian inipun penuh filosofi dan nilai-nilai yang baik. Adapun jawi terbaik adalah jawi yang dapat berjalan lurus tidak miring dan tidak melenceng ke mana-mana. Dan akan lebih baik lagi apabila jawi tersebut dapat menuntun temannya berjalan lurus. Berarti jawi itu sehat dan tubuhnya kokoh kuat. Biasanya dalam satu perlombaan akan terlihat jawi yang berjalan lurus dan yang tidak, bahkan ada yang sampai masuk ke sawah lain. Jadi yang dinilai bukan hanya kencang larinya dan bukan bentuk struktur tubuhnya saja. Filosofinya jawi saja harus berjalan lurus apalagi manusia. Dan manusia yang bisa berjalan lurus tentu akan tinggi nilainya, itulah pemenangnya.

Beberapa manfaat dari pelaksanaan pacu jawi adalah :
1. Sebagai wadah untuk meningkatkan harga jual jawi sehingga dapat meningkatkan perekonomian peternak. Kemunian juga sebagai media untuk meningkatkan kesehatan jawi karena jawinya akan sehat setelah berpacu,
2. Pada acara pacu jawi banyak bermuncullan para pedagang sehingga meningkatkan perputaran roda ekonomi yang dapat pula meningkatkan perekonomian masyarakat,
3. Acara pacu jawi menjadi sarana sosialisasi dan hiburan bagi masyarakat yang selalu ditunggu-tunggu,
4. Sebagai alek tradisi masyarakat dimana akan terjadi prosesi adat sebagai aktualisasi nilai-nilai adat di tengah-tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar secara konsisten membina dan mempertahankan kegiatan pacu jawi ini sesuai tradisi dan kebiasaan masyarakat. Pemerintah lebih banyak memfasilitasi ataupun membantu mengemas acara ini menjadi lebih baik sehingga bisa dipromosikan dan dijual kepada para wisatawan nusantara dan mancanegara.
Sebagai organisasi pengelolanya pada masyarakat sudah ada PORWI (Persatuan Olah Raga Pacu Jawi) yang ada pada tingkat kabupaten, kecamatan hingga nagari (desa). PORWI inilah yang mengkoordinir jadwal pelaksanaan secara bergiliran.


Kabupaten Tanah Datar dengan ibukotanya Batusangkar adalah salah satu dari 19 kabupaten/kota di Propinsi Sumatera Barat. Kabupaten Tanah Datar disebut juga dengan Luhak Nan Tuo atau daerah tertua karena dari sinilah asal usul etnis dan budaya Minangkabau, yaitu tepatnya dari Nagari Tuo Pariangan. Sedangkan Batusangkar dikenal sebagai Kota Budaya karena di kota ini sangat banyak peninggalan budaya Minangkabau. Batusangkar juga dikenal sebagai pusat Kerajaan Pagaruyung dengan terdapatnya Istano Basa Pagaruyung dengan berbagai macam peninggalan bersejarah. Di Tanah Datar terdapat Istano Silinduang Bulan, rumah tuo Balimbiang, kuburan panjang, balairung sari Tabek, batu angkek-angkek, batu batikam, batu basurek, lukah gilo, debus dan lain sebagainya. Jadi daerah ini dapat disebut sebagai “Old Country” .

Batusangkar terletak sekitar 100 Km dari Kota Padang ibukota Sumatera Barat dan 75 Km dari Bandara Internasional Minangkabau. Batusangkar terletak di tengah-tengah Propinsi Sumatera Barat, terletak 40 Km dari Bukittinggi, 30 Km dari Padang Panjang, 50 Km dari Solok, 40 Km dari Payakumbuh, 40 Km dari Sawahlunto dan 40 Km dari Sijunjung. Pemndangan alamnya sangat indah, terdapat dua buah gunung, yaitu gunung Singgalang dan Merapi. Juga mempunyai sebuah danau, yakni Danau Singkarak. Di Tanah Datar terdapat sebuah hotel berbintang satu dan beberapa buah hotel melati.


Batusangkar, 22 Juli 2009
Drs. Alfian Jamrah, MSi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kabupaten Tanah Datar – Sumatera Barat.
  The administrator has disabled public write access.
#2305
david (User)
Expert Boarder
$msg_posts User Offline Click here to see the profile of this user
Re:Pameran Foto PACU JAWI 2012 di Bentara Budaya KOMPAS 2013/01/04 21:00  
I would love to go and see the pacu jawi one day if I ever get the change while I am in West Sumatra for holiday....
  The administrator has disabled public write access.
_GEN_GOTOTOP Post Reply